Thursday, January 31, 2013

Kajian Thibbun Nabawi: Libatkan Allah dalam Berobat!


Herbal, bekam, refleksiologi, atau totok wajah tidak berguna sama sekali, kecuali semua aktivitas itu melibatkan Allah Swt di dalamnya karena sumber kesembuhan   berproses kepada Allah Azza wa Jalla.
Hal itu disampaikan oleh Ustadz Abu Syadza Rabbani di hadapan BMI Hong Kong siswi Institut Thibbun Nabawi Hong Kong (ITN HK) di RitaHouse 1/F Leighton Road No. 125 Causeway Bay, Hong Kong, Ahad (27/1).
Ust. Abu menegaskan, sumber kesembuhan adalah Allah Swt sebagaimana doa mohon kesembuhan yang diriqayatkan Bukhari dan Muslim:
“Allahumma rabbanas adz-hibil ba’sa isyfi antasy-syafi la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqaman.” Ya Allah Tuhan pemelihara manusia. Hilangkan penyakit, sembuhkanlah! Hanya Engkau yang bisa menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan satu penyakit pun” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dikemukakannya, kualitas kesehatan seseorang tergantung dari pola hidupnya, pola makan, dan pola pikir, bagaimana kita mengoptimalkan, dan bagaimana menumbuhkan kekuatan fitrah manusia. Faktor spiritual (keimanan, kalbu, rohani) memiliki peran paling dominan dalam menumbuhkan kekuatan fitrah pada diri manusia yaitu sebesar 50%, sementara faktor mental 20%, emosional 20%, dan fisikal hanya 10%.
Jika ketiga pola itu berjalan dengan baik, dilakukan bersumber kepada Al Qur’an  dan aturan Nabi, maka hidup akan selalu bahagia. Pikirannya dipenuhi dengan sugesti, hidupnya dipenuhi dengan energi positif.
Dikatakanya juga, asas herbalogi yaitu jadikanlah makanan sebagai obat dan jadikanlan obat sebagai makanan. Tetapi kita sering menjadikanmakanan sebagai racun. “Selama ini kita tidak sadar banyak makanan yang kita konsumsi banyak mengandung racun,” pungkasnya. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

No comments:

Post a Comment