Thursday, December 13, 2012

Aliansi BMI HK Peringati International Mirant Day Gelar Aksi 16 Desember


  • Memperingati Hari Buruh Migran Internasional 18 Desember, Aliansi BMI Hong Kong Cabut UUPPTKILN No. 39/2004 akan mengadakan aksi demonstrasi guna menuntut penghapusan KTKLN Sistem Online & SE 2524 serta pindah agen sebagai hak asasi BMI, Ahad 16 Desember 2012. Peserta diharapkan berkumpul di Lapangan Rumput Victoria Park pkl 12.00.
    Selain BMI HK aksi ini juga diikuti oleh beberapa Buruh migrant dari Filipina, Thailan, Srilanka dan Nepal dengan jadwal sebagai berikut; 
    Pada 16 Desember 2012 - Minggu
    Di: Chater Road, Central
    - Central - 1:00-02:00
    - Berjalan menuju Konsulat Jenderal Filipina - 2:00-02:30
    - Program luar PCG - 2:30-03:00
    Victoria Park (Central Lawn), Causeway Bay
    - Lapangan Victori - 12:00-01:00
    - Berjalan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia - 1:00-13:15
    - Program luar ICG - 1:15-02:15
    - Berjalan ke Admiralty - 2:15-15:00
    Bersama barisan kontingen dari Central dan Causeway Bay
    - Penggabungan di Rodney Street dan berbaris ke CGO - 3:00-03:20
    Program di depan CGO HKSAR - 3:20-04:00
    Info lebih lanjut hubungi :
    • AMCB-IMA: Eni (9608-1475) / Dolores (9747-2986) / Bungon (9217-4793)
    • Tengah perakitan: Eman (9758-5935) / Kumar (6855-1849) / Sol (6713-5382)
    • Causeway Bay perakitan: Ganika (9712-4641) / sring (6992-0878)
    Pada kesempatan Hari Migran Internasional, pekerja rumah tangga asing Foreign Domestic Workers (FDWs) dan masyarakat kerja lokal, advokat dan pendukung akan berbaris ke jalan-jalan Hong Kong untuk menuntut mengakhiri eksploitasi, kekerasan dan perbudakan modern pekerja migran rumah tangga di Hong Kong baik oleh pemerintah masing-masing dan pemerintah HKSAR.
    Secara khusus, pekerja rumah tangga asing 'asosiasi, serikat, aliansi dan federasi dari Filipina, Indonesia, Nepal, Thailand dan Sri Lanka di bawah bendera Asian Migrants Coordinating Body (AMCB-IMA), aliansi terbesar dari kelompok FDW di wilayah - akan membawa tuntutan berikut:
    1. Undang-undang bekerja regulasi jam bagi pekerja lokal dan migran di HK
    2. Menghapuskan diskriminasi "Dua minggu Rule" kebijakan pemerintah HKSAR
    3. Membuat hidup-in pengaturan untuk FDWs opsional dan tidak wajib
    4. Kenaikan upah FDWs 'dan dimasukkan dalam undang-undang upah minimum hukum.
    5. Jaminan sosial perlindungan bagi pekerja rumah tangga lokal dan migran di Hong Kong
    6. Menyelidiki dan menuntut agen tenaga kerja untuk biaya mereka berlebihan dan ilegal.
    7. Biarkan perekrutan langsung untuk FDWs di Hong Kong.
    8. Mencabut larangan imigrasi Nepal pekerja di Hong Kong
    9. Tidak untuk peningkatan biaya pemerintah oleh migran-negara pengirim
    10. China Pengesahan ILO Convention Pekerja Rumah Tangga (C189) dan aplikasinya ke Hong Kong
    Join Us! Dukung Kami! Walk in Solidaritas dengan Kami!
    Pekerja lokal dan migran, Unite!
    Kami adalah Pekerja, Kami Bukan Budak!
    Hidup Solidaritas Internasional!
    Asian Migran Badan Koordinasi (AMCB)
    (Anggota pendiri dari Aliansi Migran Internasional - IMA)
    Anggota:
    Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia di HK (ATKI-HK)
    Asosiasi Sri Lanka di HK (ASL-HK)
    Far East Overseas Nepal Association (Feona-HK)
    Filipino Migrant Woeker Union (FMWU-HKCTU)
    Friends of Thai in Hong Kong (FOT-HK)
    Indonesia Migran Muslim Alliance (GAMMI-HK)
    Buruh Migran Indonesia 'Union (IMWU-HKCTU)
    Liga Buruh Migran Indonesia (LiPMI)
    Pekerja Nepal Overseas 'Union (ONWU-HK)
    Thailand Regional Alliance - HK (TRA-HK)
    Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR)
    United Filipino in Hong Kong (UNIFIL-Migrante-HK)

Wednesday, December 12, 2012

Liver liveris Jadi Ketawa Berjamaah

Selamat datang Andah telah berkunjung ke blog saya. Sebelum melanjutkan membaca tulisan saya pasti Anda pasti sudah penasaran dengan judulnya " Liver liveris  Jadi Ketawa Berjamaah".

Tatat sahabatku bilang blogku isinya campur aduk kayak GADO GADO he he he... gpplah blogku sendiri mau ku isi apa aja ya terserah wong saya empunya betul tidak!!!...

Pelagi terlihat indah karena mempunyai berbagai macam warna ada merah kuning hijau biru ungu oranye, kalau satu warna namanya bukan pelangi dong!.

Eh kok jadi ngomong ngalor ngidul to the poin aja ya, udah penasaran kayaknya. Minggu siang jam 2 tet aku udah mulai masuk kelas di ITN HK (Institut Thibbun Nabawi Hong Kong).Terlihat ruangan belum penuh. Aku datang lebih awal supaya mendapat tempat duduk yang paling depan bersama Nurin sahabatku yang jago masak Tom Yum sea food.

Pelajaran waktu itu sangat santai dan menyenangkan Dosenya Ust. Abu Syadza Rabbani praktisi Thibun Nabawi dari Solo yang familier dan low profil itu menyajikan materi dengan enak sehingga kita mudah untuk menerima dan memahami materi yang disampaikan, kebiasaanku ngantuk ga jadi ngantuk he he he pengalaman sekolah di tanah air suka ngantuk kalau pas pelajaran.(buka rahasia nih yeee.....)

Beliau menyampaikan tentang dakwah Thibbun Nabawi dan bekam dasar yang sebelumnya mengajak kami untuk senam otak. Di sela sela waktu mengajar beliau menceritakan salah satu santrinya di Macau yang beberapa hari sebelumnya beliau mengajar di sana. Waktu itu beliau membahas organ tubuh manusia yang paling penting adalah jantung, ginjal, hati yang didunia kedokteran disebut liver, paru paru dan limfa.

Ketika Ust. Abu hendak pulang dan kembali ke Hong Kong sang santri berpesan "Pak ustadz liver liveris ya" (maksud dia hati hati pak ustad). Spontan kami yang mendengar cerita pak dosen tanpa di komando seluruh penghuni ruangan pada ketawa berjamaah. @_@

Kalimat liver liveris pak ustad yang sangat asing di telinga untuk sebuah ucapan hati-hati pak ustadz membuat kami semua tidak bisa menahan tawa, karena baru pertama kali mendengar dan sungguh lucu. Tapi teman teman jangan sampai mengucapkan liver liveris ya sama temenya.

Wednesday, December 5, 2012

Ayam Goreng Rasa Lemon

Ayam Goreng Rasa Lemon

Bahan Bahan :
Paha Ayam 1 buang tulangnya
tepung jagung
telur 1 butir
lemon 1

Bumbu :
Saos tiram secukupnya
gula pasir
jahe ambil airnya

Cara memasak :
Paha ayam cuci bersih iris buang tulangnya, lalu kasih bumbu saos tiram secukupnya + gula pasir+air jahe sedikit campurkan semua bumbu td pada daging ayam dan diamkan selama 15 menit.
kocok 1 butir telur di piring masukkan ayam yg sudah di kasih bumbu tadi lalu ratakan, siapkan tepung jagung/maizena di piring, letakkan ayam yang sudah di kasih telur, tepung ratakan pada bagian seluruh ayam.

Siapkan wajan dengan minyak untuk menggoreng dengan api sedang, goreng hingga matang. Setelah matang tiriskan dan diatasnya kasih JENIPERS (Jeruk Nipis Peras) siap di hidangkan yumi yumi ^_^

Silahkan mencoba insya Allah tidak bikin panas dalam
(Menu Sehat ala Lutfi)

Saturday, November 3, 2012

Wednesday, October 31, 2012

Hong Kong Central Library Perpustakaan Terbesar di HK


Hong Kong Central Library (HKCL) merupakan perpustakaan terbesar di Hong Kong yang sudah tidak asng lagi dikalangan BMI HK. Letaknya sangat srategis, tepatnya di depan Victoria Park. Banyak sekali BMI HK yang menghabiskan waktu luangnya di perpustakaan ini dan menikmati fasilitas yang disediakan secara gratis.
Gedungnya 12 lantai, pintu masuk berbentuk lengkung pada elevasi depan. HKCL merupakan pintu gerbang untuk pengetahuan, sedangkan grafis dalam bentuk segitiga, persegi, dan lingkaran melambangkan arti yang berbeda. Lingkaran dalam artian berdiri langit, persegi untuk tanah, segitiga untuk akumulasi birai.
Perpustakaan Pusat Hong Kong ini tidak hanya menyediakan berbagai macam fasilitas, tetapi juga referensi komprehensif dan layanan informasi sampai batas afuler. Fasilitas utama lainya pengisian terminal kios buku layanan informasi dan sistem informasi multimedia.
HKCL adalah bangunan cerdas dengan dibangun pada sistem lantai jaringan untuk menyediakan telekomunikasi dan lebih lanjut dan ekspansi. HKCL telah ditunjuk sebagai perpustakaan penyimpanan di Hong Kong dengan 9 organisasi buruh international, organisasi maritim internasional, bersatu bangsa, organisasi Scientifik dan Budaya, Bank Kata, organisasi perdagangan pada program fuod kata.
Seperti membaca tabel, semua disediakan dengan point kekuatan dan outlet dataline, pembaca dapat menggunakan  komputer portable mereka untuk mencari informasi yang tersedia dengan sistem perpustakaan dan internet. Pembaca juga dapat mengakses berbagai database multimedia pada CD-ROMs dan internet melalui LAN dan workstation ATM.
Setiap orang yang datang ke HKCL pasti senang dengn tempat yang indah, nyaman, ruangan ber-AC, dan petugas yang sangat ramah dan pelayanan yang sangat baik. Setiap lantai ada toilet yang sangat bersih.
Untuk mendapatkan kartu member (library card) cukup mudah, dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan menunjukkan ID HK. Kita dapat mendaftar dan bisa pinjam buku.
HKCL buka setiap hari termasuk Minggu dari jam 10.00-09.00pm. Rabu buka jam 1.00-09.00 pm, public holiday jam 10.00-07.00 pm. 

Wednesday, October 17, 2012

Hong Kong Railway Museum Buka untuk Umum dan Gratis

HK Museum RailwayDDHK News, Hong Kong – Warga dan BMI Hong Kong pengguna MTR (Mass Transit Railway), sistem kereta transit cepat yang beroperasi sejak 1979, dapat mengunjungi Hong Kong Railway Museum secara gratis.
Museum terbuka seluas 6.500 meter persegi ini terletak tidak jauh dari stasiun Tai Po Market. Museum ini didirikan tahun 1913. Walaupun museum ini sudah beberapa kali direhabilitasi, akan tetapi fitur atap tetap bernuansa bangunan tradisional China dan baru diresmikan sebagai museum tahun 1985.
Di dalam museum ini terdapat galeri pameran dengan beberapa konten, dari model MTR yang terlama dan model kereta api yang baru sesuai dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi, dilengkapi dengan gambar sejarah yang membantu rentetan kisah bagaimana kereta api dikembangkan di Hong Kong.
Bagi pengunjung penyandang cacat pemakai kursi roda untuk memasuki area museum, pihak staf museum akan membantu kedatangan dan keberangkatannya melalui jalan khusus di On Fu Road. Bagi pengunjung dengan duduk di kursi roda sebaiknya sebelum kunjungan komfirmasi dulu melalui telepon di 2653 3455, mengingat tempatnya di dataran tinggi dan harus ditempuh dengan beberapa anak tangga.
Museum ini dibuka untuk umum dan gratis. Semua pengunjung dapat menikmatinya dalam suasana yang menyenangkan.
Pengunjung dilarang makan atau minum, merokok, melemparkan batu, dan memetik bunga di area museum. Alamat lengkap museum di 13 Shung Tak Street, Tai Po Market, Tai Po, Hong Kong.
Untuk menuju ke museun ini bisa ditempuh dengan naik MTR, Mini Bus, dan Bus KMB. Dengan MTR: Tai Po Market Stasiun Exit A2 keluar jalan kaki mengikuti penunjuk arah ke Museum, melalui Wai Yi Street menuju On Fu Road jalan kaki sekitar 8 menit.
Dari Tai Wo Stasiun bisa kluar di Exit A ikuti penunjuk arah ke Museum melalui Yat Hing Street jalan kaki sekitar 5 menit.
Dengan Bus Mini: Interchange Mini Bus no. 20A, 20C, 20K dari MTR Tai Po Stasiun, turun di Tai Po Kompleks dan kemudian melalui Wai Yi Street ke On Fu Road berjalan kaki sekitar 8 menit. Dengan Bus: KMB Bus nos. 72, 72x, 73X, 74X, 75X, 271, turun di Jalan Kwong k RoadFdan kemudian 15 menit berjalan kaki di sepanjang On Fu Road.

Wednesday, October 3, 2012

Ketiduran, Aku Nyaris Terkunci di Dalam Bus


Kegiatan liburku, Hari Minggu, biasa kuisi dengan meliput kegiatan teman-teman BMI Hong Kong untuk dimuat di DDHK News. Pagi-pagi kusiapkan dulu obat dan sarapan buat mamaku,nenek 86 tahun yang aku jaga.
Jam 9 pagi, setelah pekerjaan rumah beres, aku berangkat libur dengan membawa puilong (tas punggung) yang di dalamnya selalu berisi alat tulis, kamera, dan recorder — isi wajib dlm puilongku, termasuk sebotol air putih,kue kering, dan permen.
Dari terminal Tai Po Centre dekat rumah majikanku, aku naik bus No. 271 jurusan Tsim Sha Tsui (TST). Butuhkan waktu 45 menit untuk sampai di TST. Turun di depan Pacific Cafe Nathan Road, dari sini sudah tampak masjid yang berdiri kokoh banyak di kunjungi oleh BMI Hong Kong  saat libur. Letak masjid ini sangat strategis, di pinggir jalan. Untuk ke masjid ini sangat mudah, naik MTR dan turun di TST Exit A1 dan Bus. Sampai di situ aku haruskomalo (nyebrang jalan), berjalan kaki sekitar 20 meter, sampailah di Masjid TST Kowloon itu.
Saat menyeberang jalan, kita harus melihat lampu rambu-rambukung caik (gambar boneka ) warna hijau. Kalau kita sembarangan “nerjang” lampu merah, maka jangan kaget kalau tiba-tiba ada polisi menangkap kita dan meminta ID Card HK untuk ditulis nomornya. Pak polisi akan mendenda kita sebesar HKD 1500. Begitu juga dengan membuang sampah sembarangan atau meludah sembarangan, akan kena denda uang sebesar HKD 1500. Bagi yang merokok di tempat yang bertuliskan dilarang merokok, akan kena denda sebesar HKD 5000.
Hong Kong alias “Negeri Jacky Chan” dan “negeri beton” ini terlihat sangat bersih, rapi, juga tertib dengan budaya antre yang sangat baik. Jarang sekali terjadi kemacetan.
Ketika langkahku hampir di dekat Masjid TST, aku dikejutkan dengan sosok laki-laki 60 tahunan yang sudah tidak asing lagi. Dia berdiri di depan pintu pagar masjid. Dialah Antony Wong, orang yang berjasa membantuku dalam kasus labour (perselisihan kerja dengan majikan).
Kami pun akhirnya ngobrol sebentar. Setelah itu, aku harus pamit dan meninggalkan dia, dan langsung masuk masjid karena pengajian hampir dimulai.
Pengajian yang diadakan oleh Hidayatul Hhsan –organisasi Islam BMI HK– dalam miladnya yang ke 4 itu mendatangkan dua ustadz, yaitu Ust. Fuad Ginan Burhanudin dari Bandung dan Ust. Idris Al-Marbawy dari Malang. Setelah mewawancara kedua ustadz itu, aku mengikuti acara sampai Dhuhur.
Dari Masjid TST aku langsung meluncur ke Causeway Bay, menuju kantor Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), dengan naik kendaraan favorit di Hong Kong dengan pembayaran memakai Octopus Card, kartu cerdik yag sangat mudah digunakan dan sangat efisien, Mass Transit Railway (MTR) jurusan Central, yang harus pindah di Admiralty mengambil jurusan Chai Wan.
Untuk ganti MTR kita tidak perlu keluar lokasi, cukup berjalan kaki kira-kira 20 meter. Dari Admiralty kita melewati dua stasiun, Wanchai dan Causeway Bay. Sampailah aku di sana dan keluar melalui Causeway Bay Exit E dengan mempercepat langkah kakiku menuju ke kantor DDHK.
Sampai di kantor DDHK, Tati Tia Surati, teman sesama reporter DDHK News menelponku. Dengan suaranya khas, terdengar: “Assalamualaikum Mbak, ayuk kita ke Fotres Hill, Just Dance Café, di sana ada acara, ta tunggu ya! Aku sekarang di markasnya LSO (Lentera Sukses Organisasi) bawah jembatan Victory!”
Tati sudah menungguku di Markas LSO. Kami pun memilih berjalan kaki aja untuk ke lokasi. Aku harus berlari kecil mengikuti irama kaki Tati yang langkahnya “lebih panjang” dari langkahku. Maklum, dia orangnya lebih tinggi dari aku. Dalam hatiku, untung Rima (reporter DDHK News lainnya) tidak ikut. Mungkin kalau ikut, dia pasti di urutan ketiga. Rima paling kecil dan paling imut, he he… Untungnya bukan amit-amit.  Kalau kita sedang bertiga, sangat rame sekali. Chief Editor kami sering menjuluki kami bertiga “Trio Macan”, tapi trio macan yang ini sholihah looo….  ‘ga galak, ha ha ha…  Amiiin…!
Sambil ngobrol, tak terasa akhirnya kami sampai di Fotres Hill, Just Dance Cafe, acara Tabloid Apa Kabar Indonesia Anniversary 6 th & Ak Fun Club hampir selesai. Di sana tampak Mbak Yuni Ze yang menjadi MC. Bapak Nanang, Direc AK, dan Mas Rozak dari koran Klick, dan masih banyak teman yang lain.
Usai acara, aku mengikuti pelatihan jurnalistik yang hanya diikuti beberapa orang, dengan pembicara Pak Nanang dan Mas Rozak. “Sebelum menjadi penulis yang baik, harus menjadi pembaca yang baik,” kata Pak Nanang.
Dengan bahasa yang ringan dan ramah, ia menyampaikan materi dengan menyenangkan yang diselingi cerita. Begitu juga dengan Mas Rozak yang juga mau berbagi ilmunya tentang kepenulisan.
Tepat jam 6 acara pun berakhir. Sebelum meninggalkan tempat, kami berdua menuju ke toilet untuk mengambil air wudhu, sebagai “bekal “ menuju acara Ulil Albaab DDHK –kegiatan rutin sholat Maghrib berjamaah di Victoria Park.
Sampai di Causeway Bay, kami pun berpisah. Tati meliput kegiatan Ulil Albab DDHK. Aku ke Rumah Tahfidz Hong Kong (RTHK), sholat Maghrib, dan makan malam di Rumah Daqu (rumah makan milik RTHK milik Ustadz Yusuf Mansur), sebelahnya KJRI HK, tepatnya di 1/F No. 125 Rita House Causeway Bay.
Selesai di RTHK, aku ke Kantor DDHK, bertemu dengan Ust. Ahmad fauzi Qosim (GM DDHK) yang baru pulang dari Indonesia untuk menjemput istri, Noor Afifah, dan anaknya, juga bertemu beberapa volunteer DDHK.
Saat ngobrol bersama teman-teman volunteer DDHK, aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku. Beberapa bulan lalu kami bertemu di acara reuni eks volunteer DDHK di Malang.
Mataku pun mencari cari sumber suara itu. Aku semakin yakin, dan bukan mimpi, ternyata suara yg sudah aku kenal itu adalah suara Mbak Nadia Cahyani, eks BMI HK, eks volunteer DDHK, penulis yang pernah mendapatkan penghargaan dan juara 1 di Lomba Bilik Sastra VOI 2011, serta eks Pemimpin Redaksi Majalah Iqro DDHK.
Kami pun ngobrol melepas rindu dan berbagi cerita. Tak terasa waktu semakin malam. Jam 9 aku pun pamit pulang.
Dalam perjalanan pulang, di bus, aku tertidur, lalu…  “Siuce lei hai pin to lek je a” (Nona, kamu turun di mana?)” Suara laki-laki setengah baya itu membangunkanku. “Tai Po cungsam,” jawabku dengan suara lirih sambil berusaha membuka mata.
Sang sopir itu tersenyum sambil berkata, “To colah” (sudah sampai). Mataku membelalak melihat semua ruangan bus ternyata sudah tidak berpenghuni alis semua penumpang sudah turun, tinggal aku dan supirnya. Aku pun buru-buru turun dari bus dan kuucapkan kepada sang sopir, “sike emkoi sai lei dai jeng ngo” (Pak sopir terima kasih banyak kamu telah membangunkan aku). “Emsae hak he (tidak usah sungkan-sungkan),” jawab sang sopir.
Dalam hatiku, Ya Allah, terima kasih Engkau telah menggerakkan hati sang sopir untuk membangunkanku dari tidur. Seandainya tidak, dan bus dikunci, aku sendirian di dalam bus. Mungkin aku sudah mati kekurangan oksigen. Aku jadi teringat kejadian di berita TV HK, ada anak kecil usia 5 tahun yag meninggal dunia dalam bus. Ia tertinggal dan terkunci di dalam bus. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Monday, October 1, 2012

Kapal Fery Tabrakan di Yue Wan Sue, 36 Tewas


Hong_Kong_FeryPemerintah Hong Kong mengatakan hari ini, Selasa (2/10), sebanyak 36 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam tabrakan kapal fery di Yue Wan Sue, Lamma Island, kemarin. Sembilan orang lainnya berada dalam kondisi kritis.
“Pada 07:45 hari ini, 28 telah dipastikan tewas di tempat kejadian, delapan lainnya telah meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Lebih dari 100 orang yang dikirim ke lima rumah sakit saat kejadian, sembilan dari mereka telah menderita luka serius atau berada dalam kondisi kritis,” kata sebuah pernyataan pemerintah seperti dikutip situs The Standard Hong Kong hari ini (2/10).
Anak-anak termasuk di antara 25 orang yang tewas ketika dua kapal feri penumpang bertabrakan di Yung Shue Wan, Lamma Island. Satu feri yang membawa 124 orang hampir terbalik setelah tabrakan dengan sebuah feri penumpang pada rute antara Yung Shue Wan dan Central.
Seorang juru bicara Departemen Layanan Pemadam Kebakaran mengatakan, delapan orang telah disertifikasi tewas di rumah sakit. Yang 17 lainnya ditemukan di dalam air dalam keadaan tak bernyawa. Lebih dari 100 orang telah dikirim ke Rumah Sakit di Hong Kong, sembilan di antaranya dengan luka serius atau kritis.
Pemerintah masih melakukan pencarian besar-besaran di udara dan laut untuk setiap korban lainnya. Tidak diketahui berapa banyak yang hilang.
Direktur Operasional Hong Kong Electric, SS Yuen, mengatakan, mereka mengangkut 124 penumpang dan awak di atas kapal untuk menonton kembang api di Victoria Harbour, ketika kapal bertabrakan dengan feri. Dia membantah kapal mereka kelebihan beban. Ia mengatakan kapalnya memiliki kapasitas 200 orang dan memiliki alat keselamatan on board yang memadai.
Kapal lainnya mengangkut sekitar 100 orang penumpang. Operator Hong Kong dan Kowloon Ferry mengatakan, kapten takut berhenti karena khawatir kapalnya mungkin tenggelam. Kapal ini kembali dengan selamat ke pelabuhan, namun sejumlah penumpang dirawat karena luka ringan.
Chief Executive Hong Kong, CY Leung, langsung mengunjungi korban selamat di rumah sakit di seluruh Hong Kong. Berbicara di Queen Mary Hospital di Pok Fu Lam, ia berjanji melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan itu. Dia mengatakan, penyelam kini memasuki kabin kapal yang sebagiannya sudah terendam. Dia juga mengatakan, pihak berwenang Guangdong akan mengirim kapal penyelamat.
Pemerintah Hong Kong menyediakan hotline di 1878 999 terkait tragedi tersebut. 

Saturday, September 29, 2012

Warna-Warni, Festival Pertengahan Musim Gugur di Hong Kong


Lentera Golden Moon di Victoria Park
Lentera Golden Moon di Victoria Park
Di antara banyak festival tradisional China di Hong Kong, Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid Autumn Festival) 1 Oktober merupakan salah sau festival yang penuh warna-warni.
Selama berabad-abad festival pertengahan ini telah menjadi festival China yang paling penting. Saat keluarga dan sahabat berkumpul untuk merayakan festival ini dengan makan kue bulan (moon cakeatau yut beng  (bahasa Kantonis), makan buah, dan makan-makan bersama.
Anak anak kecil bermain dengan lentera (lampu lampion) dari berbagai bentuk dan warna. Ada yang berbentuk kelinci, buah belimbing, juga tokoh tokoh kartun, seperti Hello Kitty dan Spiderman yang menjadi tokoh idola anak anak-anak, menjadikan suasana menyenangkan untuk perayaan.
Kue Bulan bagian yang tak terpisah dari festival. Kue bulan ini terbuat dari bahan dasar biji bunga teratai (linci, Kantonis) dengan beraneka ragam isi, salah satunya kuning telor asin. Ada juga biji kwaji, almond. Selain jenis kue bulan ini, juga ada peng bei yut beng, kue bulan yang kulitnya terbuat dari tepung ketan yang di-es-kan dengan beraneka ragan isi, misalnya isi kacang merah, kacang hijau, birdnes, dan nanas, ada juga isi coklat dan stroberi yang banyak dijual di toko toko roti dan restoran.
Hampir seluruh toko di Hong Kong menjual berbagai macam lampu lampion (lentera) yang terbuat dari kertas yang berwarna-warni dengan bentuk hewan, boneka, dan buah.
Perayaan ini banyak dilakukan di taman terbuka, salah satunya di Victoria Park, dengan Lentera bentuk bulat yang berukuran besar lentera raksasa “Golden Moon” dengan diameter 21 meter. Patung tersebut di lapisi kain peregangan. Di setiap bagian diterangi lampu LED animasi dalam rangka menciptakan efek pencahayaan yang berbeda. Ketika malam tiba, lampu LED akan menyala dan berkedip dalam irama dengan musik.
Pameran lampu ada juga di Taman Star Very Tsim Sha Tsui, Tai Po Water front Park, dan taman terbuka lainnya di Hong Kong yang dibuka untuk umum dan gratis. 

Monday, September 24, 2012

Aksi Demo Muslim Hong kong Menentang Penghinaan Nabi Muhammad SAW

Sekitar 1000 umat muslim di Hong Kong gelar Aksi Demo menentang penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, di Charter Garden  Central Hong Kong pada hari ahad (23/9).

Sejak jam 1 siang usai sholat Dhuhur pengunjuk rasa sudah mulai berkumpul di Charter Garden , mereka berorasi menggemakan takbir dan sholawat.

Setelah berorasi 1 jam pengunjuk rasa turun jalan menuju gedung Konsulat Amerika Serikat di Hong Kong yang tak jauh dari Charter Garden Central.

Cuaca yang saat itu panas dan terik matahari yang menyengat tiba tiba berubah mendung dan semilir angin.Setelah mengadakan orasi di depan Konsulat Amerika Serikat,  massa bergerak kembali ke Crarter Garden dengan terus menggemakan takbir dan sholawat.

Deme berjalan lancar dan tertib. Tidak kalah semangatnya BMI HK yang turut dalam aksi demo ini dengan membawa spanduk dan poster yang mengecap penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Tuesday, September 18, 2012

Refreshing di Hong Kong Disneyland


hkdisney
Anda pasti sudah kenal dengan boneka yang selalu tersenyum lebar digandrungi anak-anak dan dewasa, Mickey Mouse dan Minnie Mouse. Keduanya menjadi simbol Hong Kong Disneyland, taman rekreasi yang terletak di Pulau Lan Tau yang dikelola oleh Hong Kong International Theme Parks.
Hong Kong Disneyland dibuka pada pertengahan September 2005. Aku berkunjung untuk yang pertama kalinya bulan Juli 2012.  Itu pun karena ajakan teman reporter DDHK News, Tati Tia Surati . “Mbak, ayo main ke Disneyland, mumpung tiketnyabuy 1 get 1,” ajaknya. Aku langsung mengiyakan, mengingat harga tiket masuk ke Disneyland hampir setengan juta rupiah.
Hari Minggu itu seharusnya kami mencari berita untuk dimuat di DDHK News. Kami  “bolos” alias meliput acara kegiatan BMI HK seperti biasanya. Tapi ternyata, sesampai di sana, wajah kami berdua ada yang mengenali. “Mbak Lutfiana Wakhid dan Mbak Tati Tia Surati ya?” salah satu pengunjung menyapa kami.
Sekitar jam 2 siang, Tati mengajakku pulang ke Causeway Bay, tapi aku menolaknya. “Tanggung, belum puas, mumpung ke sini, sekalian dipuas-puasin main, karena kita selalu sibuk liputan ‘gak pernahrefreshing!”. Tati setuju.
Memasuki pintu gerbang Hong Kong Disneyland kami langsung mengabadikan gambar alias “jeprat-jepret sana sini” untuk kenang-kenangan –sekaligus buat cerita anak cucu.
Hong Kong Disneyland terdiri 6 wilayah bertema Main Street, U.S.A, Fantasyland, Adventureland, Tomorrowland, Grizzly Gulch, dan Toy Story Land.
Main Street,U.S.A Hong Kong Disneyland hampir identik dengan jalan utama yang di Anaheim Amerika Serikat dengan Plaza Inn yang memiliki desain eksterior yang unik. Di sini terdapat beberapa restoran, seperti Market House Bakery, Main Street Markket, Main Street Corner Cafe, Plaza Inn, Popcorn, Cotton Candy, Frozen Lollipops Cart dan Sandwiches, Caffee Cart.
Fantasyland yang terbesar di wilayah Hong Kong Disneyland. Ia memiliki rumah besar untuk Treehouse Tarzan yang dikelilingi oleh Jungle Cruise, mirip dengan River of America. Di sebagian frontierland terdapat atraksi dan festifal “Festival of The Lion King”.
Sebelumnya, Anda akan diajak untuk naik perahu yang di jalankan oleh disel dengan menikmati pemandangan yang cukup indah dan menarik di sekelililng sungai dengan binatang air buatan seperti buaya.
Fantasyland dengan fitur Kasting Sleeping Beauty, Mikei Pilar Magig, The Many Adventures of Winnie the Pooh dan Snow White Grotto dan tokoh tokah kartun lainya yang lucu.
Tomorrowland yang paling mengesankan adalah Space Mountain dengan trim yang melaju yang sangat cepat dan putar balik tikungan dan tanjakan yang gelap gulita dengan atap seperti di angkasa. Detak jantung siapa pun yang menaiki trim ini akan lebih kencang dan cepat dibanding detak jantung dalam keadaan normal.
Bagi pengunjung orang tua, Hong Kong Disneyland menyewakan kursi roda (Wheelchair Rentals) dan menyewakan Baby Car/ Stroller untuk anak anak untuk kenyamanan pengunjung yang tidak mampu berjalan kaki dengan tempuh yang lumayan lama. Malam sebagai penutup acara adanya pesta Kembang Api yang sangat bagus di malam hari.
Yang lebih istimewa lagi, pengunjung muslim tidak perlu bingung mencari restoran halal karena di Hong Kong Disneyland terdapat Restoran Halal yang mendapatkan sertifikat dari The Incorporated Trustees of The Islamic Community Fund of Hong Kong.
Untuk menuju ke Hong Kong Disneyland, Anda bisa naik MTR, oper di Lai King Station, dan pindah lagi ke jurusan Tung Chung. Anda harus oper lagi di Sunny Bay, khusus MTR ke Disneylad Resort. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Sunday, September 16, 2012

Gadis Kecil Pakistan Itu Mengajaku Senggol-Senggolan


Minggu pagi dari Tai Po, Bus No. 307 jurusan Central membawaku dengan laju yang kencang. Empat puluh lima menit tampak dari kejauhan terlihat Hong Kong Central Library. Aku pun siap-siap turun dan memencet tombol merah di sebelahku. Aku berhenti di Wan Chai, dekat imigrasi Hong Kong. Untuk menuju lokasi Masjid Ammar Wan Chai, aku memilih jalan kaki yang membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Sebelumnya, Sabtu malam, Chief Editor-ku memintaku untuk wawancara Ustadz Abdul Muhaemin Karim, eksekutif dakwah Islamic Union of Hong Kong (IUHK) via inbox facebook. Dalam perjalanan HP-ku bergetar. Kuraih HP yang kuselipkan di puilong-ku (tas punggung), ternyata Tati, temanku sesama reporter, kirim SMS. Ia titip pertanyaan.
Sambil ngos-ngosan, alhamdulilah nyampai di pintu gerbang Masjid Ammar Wan Chai dan disambut dua orang berjubah putih, ternyata di Aula Masjid lantai 6 sedang ada event dan pembicaranya adalah Ust. Muhaemin. Alhamdulilah, tak henti-hentinya aku bersyukur, tanpa bikin janji sebelumnya Allah telah memberi kemudahan, mengingat Ust. Muhaemin yang supersibuk dengan agenda dakwah yang sangat padat.
Aku langsung masuk lift menuju lantai 6 dan duduk di atas karpet hijau yang digelar di lantai bersama jamaah lain. Rupanya, acara sudah dimulai. Tiba-tiba seorang panitia menghampiriku dan mengajakku duduk di kursi depan. Tak lama kemudian, panitia lain memberiku sebotol air dan kue yang ditaruh di kotak bermotif batik.
Aku mengikuti tausiyah yang disampaikan Ust. Muhaemin hingga selesai, pukul 12.30. Usai menutup tausiyahnya dengan doa, ia pamit karena sudah ditunggu orang dan keluar menuju lantai 7 (office). Aku pun membuntutinya dari belakang. Ust. Muhaemin yang supersibuk dan murah senyum ini menyapaku dengan ramah, “Ada apa, Lutfi?”. Aku pun menjawab, “Maaf, Bapak, saya minta waktunya sebentar untuk wawancara”. “Tapi saya sudah di tunggu orang.” “Iya, Bapak, saya minta waktu lima menit”. Alhamdulilah, Ust. Muhaemin mempersilakanku untuk wawancara.
Usai wawancara, aku langsung turun. Sesampai di lantai 5, kantin halal food, aku ketemu Mbak Bella, staf KJRI Hong Kong. Kami pun ngobrol, saling menanyakan kabar. Waktu semakin siang. Adzan Zhuhur berkumandang. Mbak Bella pamit pulang. Aku pun langsung menuju lantai 1 untuk mengambil air wudhu.
Setelah berwudhu, aku kembali menuju lantai 3, ladys prayer hall, ternyata masjid sudah penuh dengan jamaah yang 97 % adalah teman-teman BMI Hong Kong yang libur hari Minggu. Aku kebagian tempat yang paling belakang. Langsung kupakai mukena dan sholat sunnah. Ketika mendengar aba-aba sang imam untuk rapikan dan rapatkan shaf, aku bergeser, maju, merapatkan shaf depanku.
Ternyata, di sebelahku gadis kecil Pakistan usia sekita 6 tahun dan 11 tahunan. Dia memandangiku dengan senyum. Aku pun membalasnya dengan senyum pula. Pada rakaat pertama, dia yang berdiri di sampingku, tiba-tiba tubuh kecil yang mungi ilu menyenggolkan tubuhnya ke arahku. Dengan spontan badanku ikut bergoyang. Pikirku, dia tidak sengaja. Di saat sujud, dia juga dengan ulahnya yang lucu dan “jail”, mengintipku sambil sedikit membuka mukenaku. Sholatku mulai tidak konsentrasi karena ulah si gadis kecil Pakistan itu.
Mungkin dia mengira aku orang bangsanya, sehingga ingin mengajakku becanda atau main-main. Sholatku saat itu benar-benar tidak konsentrasi, hanya mengikuti gerakan dan aba-aba sang imam. Bagaimana bisa konsentrasi, di saat bangun dari sujud, mukenaku diduduki si gadis kecil pakistan itu! So pasti aku tidak bisa berdiri dengan sempurna alias agak membungkuk. Aku bukannya kesal denganya, tapi malah pingin ketawa, lucu! Bagaimana tidak ketawa, setelah badanku membungkuk, dianya melongokkan mukanya ke arahku sambil mengedipkan matanya yang berbinar dan beralis tebal itu.
Di rakaat selanjutnya pun dia tetap dengan ulahnya. Tidak hanya menyenggol tubuhku, tapi sedikit menendang! Aku bukan konsentrasi pada sholatku, akan tetapi aku lebih konsentrasi bagaimana agar badanku tidak roboh ke barisan sebelahku. Rakaat demi rakaat, dia tetap dengan ulah jahil dan lucunya yang selalu menengok wajahku di saat aku rukuk dan mengintipku saat aku sujud.
Usai salam, ibunya menegurnya dengan bahasa yang tidak aku mengerti. Ibunya menyapaku, seigatku begini: “Māpha karanā mērī śarāratī laṛakā”, seperti bahasa di kuci kuci hutahega tau lah artinya apa dan aku pun membalasnya dengan menjawab, “Sorry, i do not understand the language, I am Indonesian.” “Oh sorry,” katanya sambil mengajak anaknya pergi. Sebelum dia pergi, kami pun sempat bersalaman. (Lutfiana Wakhid, BMI Hong Kong/Reporter DDHK News/ddhongkong.org).*

Friday, September 7, 2012

Ke Bandara Hong Kong? Naik Bus Aja!


Saat ini aku bekerja di Tai Po, Hong Kong. Untuk menuju ke Bandara Hong Kong (Hong Kong International Airport) Chek Lap Kok bisa ditempuh dengan naik bus sekitar satu jam perjalanan, yaitu  dengan naik bus khusus ke bandara E41. Ongkosnya HKD13.90 cent. Kalau ditempuh dengan naik taksi, kita harus mengeluarkan ongkos sekitar HKD 150-200.
Menumpang Bus E41 kita turun pas di terminal 2 lantai 2.
Dalam perjalanan ke Bandara Chek Lap Kok, kita bisa menikmati indahnya suasana sekitar jalan raya, terutama pada waktu kita melewati jembatan gantung (jembatan layang) Lantau. Jembatan ini dilewati dari berbagai jalur menuju Bandara Chek Lap Kok.
Dari semua arah jalur pasti akan melewati jembatan terpanjang di HK ini. Tapi bila perjalanan ditempuh dengan naik MTR (Mass Transit Railway), kita tidak bisa melihat dan menikmati indahnya jembatan gantung yang menghubungkan Lantau Island dengan Bandara Chek Lap Kok itu.
Jembatan gantung ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Bandara Chek Lap Kok yang menggantikan Bandara Kai Tak, bandara lama di daerah Kowloon Sing tahun 1997. Konon untuk pembangunan jembatan ini menghabiskan biaya lebih dari HKD 7 Miliar.
Hong Kong memiliki sistem transportasi yang mapan dan modern terdiri dari bus, taksi,tram (teng teng), kapal feri, dan MTR. Hampir semua ongkos layanan transportasi umum dapat dibayar dengan menggunakan Octopus Card yang sering kita sebut “Patadong”.
Berikut ini daftar bus dari Bandara Chek Lap Kok menuju kota-kota di HK
Bus Tujuan FareA10 Ap Lei Chau Est 48 HKD
A11 Nort Point Feri Pier 40 HKD
A12 Siu Sai Wan 45 HKD
A21 Hung Hom Stasiun 33 HKD
A29 Tsueng Kwan O(Polam) 42 HKD
A31 Tsuen Wan (Discovery Park) 18.9 HKD
A33 Tuen Mun Stasiun 27.7 HKD
A41 Shatin 22.3 HKD
A41P Ma On Shan 27.7 HKD
A43 Fan Ling 30.9 HKD
A35 Mui Wo 30 HKD
E11 Tin Hau Stasiun 21 HKD
E21 Tai Kok Stui 14 HKD
E22 Lam Tin 18HKD
E22A Tsueng Wan O 24 HKD
E22P Yau Tong 18HKD
E23 Tsz Wan Shan 18HKD
E32 Kwai Fong Stasiun 10.8 HKD
E33 Tuen Mun (Central) 13.9 HKD
E33P Siu Hong Stasiun 14.9 HKD
E34 Tin Shui Way Town Centre 13.9 HKD
E41 Tai Po Tau 13.9 HKD
E42 Shatin (Pok Hang) 13.9 HKD.
– Lutfiana Wakhid, reporter DDHK News, tinggal di Hong Kong

Wednesday, September 5, 2012

Mengenal Bukit Kera ‘Kam Shan Country Park’


kam shan country parkPernah nonton film Kera Sakti Hong Kong? Kita tengok Taman Bukit Kera di Hong Kong yuk….! Bukan bermaksud “menyamakan” wajah lho….. Jelas dong, kita lebih sempurna dari kera.
Kam Shan Country Park adalah taman negara di rentang utara Kowloon, Hong Kong. Didirikan 24 Juni1977, taman ini meliputi area seluas 3,37 km2. Sebagian besar daerah ini tertutup oleh Grup Kowloon dari Waduk.
Di dalam taman ada jalur jogging, siu ye sik/BBQ, dan piknik yang mudah diakses dari Tai Po road (Pipper Hil) melalui jalan akses bangunan air. Taman ini mengambil nama dari puncak 369 M, Kam Shan atau Golden Hill, yang merupakan fitur tertinggi di daerah tersebut.
Panorama dapat dinikmati dari lereng Golden Hill dan beberapa tempat di sepanjang punggungan barat di taman. Dari titik pandang, seluruh panjang Ridge Smugglers, Tai Mo Shan (puncak tertinggi di HK), Needle Bukit, Shatin New Town, Lion Rock, dan Beacon Hill dapat dilihat.
Bagian utara Kowloon, pelabuhan barat, Stonecutters Pulau, kawasan perumahan Kwi Chung, Kam Shan Country Park terkenal dengan konservasi monyet.
Konon Kam Shan (Bukit Monyet) dikenal sebagian besar penduduk setempat sebagai kera kerajaan di Hong Kong. Kera adalah kelompok terbesar dari mamalia di taman.
Yang paling signifikan spesies terjadi di sini adalah Rhesus Macaque (Macaca Mulatta) dan panjang ekor kera (Macaca Fascicularis). Monyet ini mungkin keturunan, dirilis oleh pemilik hewan pemeliharaan tahun 1920, sedangkan kelompok kera asli Hong Kong telah hampr hilang kerusakan habitat dan over berburu.
Selain monyet, Kam Shan Country Park juga merupakan tempat tinggal tupai dan banyak burung spesies. Ada sekitar 1.800 menyet liar di taman ini. Di sini juga banyak bunga Hong Kong berwarna ungu dan pohon cemara.
Bagi BMI Hong Kong yang sudah bosan berlibur ke daerah Causeway Bay, bisa berlibur ke Kam Shan Caountry Park. Dari Tai Po bisa ditempuh perjalanan sekitar 30 menit, naik Bus No. 72, ongkos sekitar HKD9. Kalau dari daerah Kowloon naik Bus No. 81 turun pas di depan taman.
Jangan kaget jika tiba-tiba ada gerombolan kera menghampiri dan merebut tas. Mereka mendekat hanya meminta makanan, bukan untuk mengganggu. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Monday, September 3, 2012

Snoopy’s World Shatin Dibuka untuk Umum dan Gratis!

  snoopy's worldBoneka Snoopy’s digandrungi nanak anak bahkan orang dewasa. Hong Kong punya Snoopy’s World di Shatin yang terbuka untuk umum dan gratis.
Snoopy’s World adalah sebuah taman kecil di Plaza New Town Shoping Mall Shatin, New Territories. Sayangnya, Snoopy’s World kurang dikenal oleh orang-orang Hong Kong dan WNI. Bahkan, mereka kurang menyadari bahwa Hong Kong punya daya tarik taman selain Hong Kong Disneyland dan Ocean Park.
Snoopy’s World –disebut Snoopy’s Land– dibuka tahun 2000 di lantai 3 Sha Tin Mall New Shoping Town Plaza. Di sana kita bisa melihat Snoopy,Charlie Brown, dan Peanut.
Di Snoopy’s Land ada enam dunia hiburan. Begitu kita masuk akan melihat bagaimana kehidupan Beagle yang terkenal. Di dalam Charlie sedang duduk di sofa menonton TV dan disisi lain Lucy sedang memasak sesuatu yang lezat. Di sekelilingnya terdapat tokoh-tokoh kartun yang lucu.
Tepat di belakang rumah Snoopy terdapat Bus Sekolah khas Amerika warna kuning yang benar-benar mewakili zona hiburan kedua “School Plaza Peanut Academy” tokoh Sally, Linus, Peanut, dan Charlie yang tampak berdiri di samping bus. Jangan lewatkan untuk masuk ke dalam bus ini karena di dalamnya difasilitasi AC.
Pada Zona 3 terdapat Boating Canal Ride Canoe, lalu Baseball Playground, dan di Peanut Dugout yang merupakan zona keempat terdapat Bench Tulang yang digunakan duduk-duduk oleh pengunjung untuk istirahat.
Pada akhir zona Snoopy’s World adalah zona hiburan kelima “zona Mini Town Area, Peanut Boulevard”. Di sini terdapat beberapa tokoh Peanut terkenal juga ada Joe Keren dan Lucy sebagai konsultan dokter.
Zona keenam Snoopy’s Wordl adalah Community Hall Snoopy Wedding House.
Taman hiburan ini dibuka untuk umum dan gratis, buka dari jam 10 sampai jam 8 malam (mon-sun). Jika naik KCR, untuk menuju ke Snoopy Wordl keluar di Sha Tin Exit A dan ikuti petunjuk arah. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Thursday, August 30, 2012

Nan Lian Garden, Taman Impian ala Dongeng Tiongkok

Nan Liang GardenJika kita ingin berlibur dengan suasana yang asri dan tenang dengan suasana negeri dongeng Tiongkok yang indah, seperti di film-film kolosal yang mungkin kita sering melihatnya di layar kaca, tidak perlu jauh-jauh ke Tiongkok, karena tempat ini berada di Nan Lian Garden, Hong Kong. Yuk, kita tengok seperti apa sih Nan Lian Garden?
Berada di dalam taman ini seolah-olah kita menjadi permaisuri yang sedang berjalan-jalan menikmati indahnya taman, karena mata kita dimanjakan dengan pemandangan yang sangat indah, banyak bunga, lengkap dengan rumah kuno gaya Tiongkok yang eksotis. Semilir angin yang sejuk dan kicauan burung yang bersahutan membuat suasana bertambah nyaman.
Nan Lian Garden adalah taman klasik di Diamond Hill, Kowloon, Hong Kong. Taman ini memiliki luas sekitar 3,5 hektar. Taman ini dirancang seperti taman bunga dengan gaya istana Dinasti Tang bergaya dengan bukit bukit fitur air, batu, dan struktur kayu.
Konon, taman ini adalah proyek bersama dari Chi Lin Nunnery dan Pemerintah Hong Kong. Taman ini dibuka untuk umum sejak 14 Nopember 2006.
Selain melihat bunga-bunga dan rumah-rumah gaya Tiongkok kuno, kita juga bisa menikmati indahnya deretan jembatan dengan gaya oriental dengan warna-warna teduh, seperti hijau, putih, dan merah yang dinamis dan mampu berpadu dengan aliran air yang ada di bawahnya.
Di Nan Lian Garden ini tersedia toko suvenir, dan restoran makanan vegetarian –yang insya Allah halal. Untuk melengkapi keindahan Taman Nan Lian, di beberapa sudut juga tersimpan beberapa galeri yang berisi aneka teh bergaya Cina, dilengkapi dengan aneka perlengkapannya, karena kebiasaan orang Cina yang khas dengan tradisi minum teh yang biasa dikenal dengan Yam Cha.
Nan Lian Garden buka dari jam 07.00 pagi hingga 09.00 malam setiap hari. Untuk berkunjung ke tempat ini kita tidak perlu mengeluakan biaya alias gratis. Hanya saja, pengunjung untuk diminta mematuhi peraturan khusus untuk menjaga keindahan taman.
Bagi pengunjung berkelompok untuk 20 orang harus membuat janji sebelumnya untuk kunjungan apa pun. Aplikasi melalui Kantor taman melalui email info@nlgarden.org fax 852 3658 9424 paling tidak lima hari sebelum kunjungan. Grup tidak boleh dari 200 orang. Taman ini bisa menampung 1.000 orang sekaligus.
Untuk menuju ke lokasi sangatlah mudah. Dari Tai Po bisa naik Bus 75X, kalau naik MTR melalui MTR Diamond Hill, cari exit C-2, berjalan sekitar 10 menit dan ikuti penunjuknya.
Alamat Nan Lian Garden di 60 Fung Tak Road, Diamond Hill, Wong Tai Sin, Kowloon. Untuk info lebih lanjut bisa hubungi Hotlne 2329 8811. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Ketika Cinta Bersemi di Yahoo Messenger

Yahoo MessengerSINTA nama panggilanku. Aku bekerja di Hong Kong sejak tahun 2007. Awal datang ke Hong Kong aku masih belum banyak teman karena aku termasuk orang tipe pendiam, “gaptek” (gagap teknologi), dan saat itu aku harus mengalami potongan gaji selama tujuh bulan dan tanpa libur.
Tugasku menjaga seorang bayi yang baru lahir, di daerah Shatin. Majikanku melarangku telepon dengan alasan takut bayinya kurang terurus gara-gara telepon. Aku pun bisa mematuhi peraturan itu.
Tujuh bulan tanpa libur telah kulalui. Libur pertamaku aku ke daerah Causeway Bay, menemui tetanggaku yang biasa menghabiskan waktu libur di Victoria Park. Ia mengajakku jalan jalan. Aku waktu itu masih ngikut saja karena aku tidak tahu arah dan belum hafal daerah Hong Kong.
Libur berikutnya aku pun menemui tetanggaku. Aku diajak ke sebuah warnet di daerah Causeway Bay. Ternyata hampir 90 persen yang lagi ngenet para BMI. Aku pun merasa… “Waaaah……. keren, bisa mainan komputer”. Aku tanya kepada tetanggaku, “Mbak, kita ngapain ke sini?”. Ia jawab, “Kita main”. “Aku ‘ga bisa Mbak.” “Jangan khawatir, nanti ‘ta ajari.”. Aku pun merasa senang.
Aku pun dibuatkan akun di Yahoo! Messengger (YM) dan diajarinya. Saat itu juga, aku langsung bisa dan langsung menggandrungi YM yang selama ini tidak aku kenal. Aku mulai banyak teman di dunia maya. Sungguh mengasyikkan chating di YM kala itu. Aku banyak teman dari berbagai negara –Korea, Jepang, Taiwan, juga Malaysia.
Di YM itulah akhirnya aku kenal dengan Rama, TKI asal Banyuwangi yang sedang bekerja di Tokyo, Jepang. Setiap minggu aku chating dengan Rama, sekadar ngobrol dan cerita-cerita. Suatu ketika Rama menyatakan suka padaku. Aku pun begitu. Pepatah Jawa bilang,  Tresno jalaran soko kulino (cinta karena terbiasa). Saat itulah aku terima cinta Rama dan resmi “pacaran” di YM dan saling tukar nomor telepon.
Tak terasa, perkenalanku dengan Rama hampir tiga tahun. Dia sangat perhatian dan sayang sama aku. Di sela sela waktu senggangnya dia selalu menghubungiku via telepon. Dia tipe laki-laki yang tidak pelit. Ia sukangasih surprise dengan ngirim hadiah-hadiah kecil untukku. Pernah juga saat aku mendadak butuh uang dan bilang pinjam uang, aku langsung dikirimi uang sekitar tiga jutaan.
Kami pun berencana pulang ke tanah air untuk menikah. Rama pesan ke aku finish kontrak, jangan nambah lagi, kita pulang, nikah. Aku pun setuju, walaupun saat itu kontraku kurang setahun dan kontrak dia kurang 1,5 tahun. Aku yang lebih awal pulang duluan, jarak satu tahun dengan dia.
Finish kontrak pada akhir tahun 2011. Aku pun pulang ke tanah air mengikuti saran Rama dan sudah menjadi keputusanku untuk menunggu kepulangan Rama dari Jepang. Hampir setahun aku berada di tanah air dan uang pun makin lama makin menipis karena tidak ada pemasukan.
Penantian pun telah tiba, Rama pulang dari Jepang. Dia berkunjung ke rumahku untuk bersilaturahmi dengan keluargaku. Aku senang. Kupikir dia akan segera melamar dan menikahiku. Ternyata tidak. Aku sebagai perempuan hanya menunggu dan menunggu dengan perasaan gelisah dan galau.
Setelah dari rumahku, ada sedikit perubahan sikapnya. Beberapa bulan kemudian, aku memberanikan diri menanyakan kepada Rama, kapan akan menikahiku. Aku ingin kita menikah sekarang. Aku sudah menunggumu setahun di Indonesia. Ternyata, jawabnya: “Aku mau menikahimu sekarang juga, asal kamu mengembalikan uang yang pernah kau pinjam tiga juta, sekarang juga!” Aku bagaikan disambar petir, kaget, dan hancur hatiku. Sikap Rama yang dulu lembut, penyayang, baik, dan ‘ga pernah peritungan, sekarang berubah.
Aku berusaha bersabar dan selalu berdoa mengharap pada Allah agar Rama kembali sayang padaku seperti dulu dan berharap dia menikahiku. Semua kluargaku sudah mengetahui hubunganku dengan Rama sejak aku di Hong Kong.
Tiga bulan kemudian, Allah mengabulkan doaku. Rama datang melamarku dan menikahiku. Aku bahagia sekali waktu itu, biarpun acara pernikahanku sangat sederhana, hanya dihadiri keluargaku.
Setelah itu aku diboyong ke rumahnya. Kebahagiaan yang kurasakan makin hari makin berkurang dan berubah jadi tekanan batin tersendiri. Rama, suamiku, tidak seperti Rama yang kukenal di YM dulu. Sikapnya cuek dan dingin. Aku pun ingin merasakan kebahagiaan seorang istri yang disayang suami. Dia bersikap hangat padaku ketika dia “minta jatah”. Akan tetapi di luar itu, semua sikapnya dingin, bahkan seperti orang yang tidak dikenal. Kadang ia menyuruhku seenaknya saja, memperlakukanku seperti seorang pembantu. Dia benar-benar tidak menghargaiku.
Suatu ketika, aku diajak  keluar rumah dengan mengendarai sedah hitam. Aku senang sekali diajak suami keluar rumah. Kupikir jalan-jalan atau shopping, memanjakanku. Ternyata aku diajak ke bank untuk memasukkan uang untuk ditabung. Seumur hidup baru sekali aku melihat beberapa tumpukan uang. Aku pun senang dan bangga melihat uang suamiku banyak.
Ternyata, sesampai di rumah, sikap suami kembali dingin. Aku berusaha untuk berkomunikasi dengan baik, tetapi aku mendapat respon yang kurang baik. Aku pun mengambil kesimpulan sikap yang membuat Rama berubah terhadapku karena keadaan ekonomiku yang tidak sesuai harapanya. Aku tidak punya apa-apa. Mungkin yang dipikirkan Rama selama ini setiap orang yang bekerja di Hong Kong punya uang banyak.
Aku mencoba minta izin ke Rama untuk kembali bekerja di Hong Kong. Saat itu juga Rama memberiku izin. Bukan senang yang kurasakan mendapat izin itu, namun hatiku ingin menjerit dan menangis mendengar dia mengizinkan aku pergi ke Hong Kong. Dalam hatiku, apa maksud dia menikahiku, apa karena terpaksa, dan sikapnya yang dingin selama ini karena dia kecewa dengan keadaanku yang tidak berduit, padahal dari luar negeri, sedang dia ratusan juta yang dia bawa dari Jepang. Seharusnya pengantin baru merasakan bulan madu, tapi yang kurasakan “bulan empedu”.
Aku berharap teman-teman berhati-hati berkenalan di YM, Facebook,Twitter, Skype, dan media online lainnya. Kebanyakan orang menganggap BMI Hong Kong itu berduit. Semua yang terjadi, kuambil hikmahnya. (Seperti dituturkan kepada Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Dikira Orang Pakistan, Aku Dipeluk Teh Ninih!


lutfiana wakhidSelama dalam kasus labour, imigrasi Hong Kong melarang siapa pun untuk bekerja karena tidak mempunyai visa kerja. Jika bekerja dan ketahuan polisi imigrasi, bisa masuk penjara!
Hidup di luar, tanpa majikan, dengan uang pas-pasan sisa 1 bulan gaji dan sisa uang yang telah kukirim kepada orangtuaku di kampung, membuatku nekad menerima tawaran kerja part time, biarpun berisiko.
Tinggal di Asrama Asburi dengan beberapa teman BMI yang juga bermasalah tidak membuatku sedih karena tidak hanya aku yang mengalami masalah. Kami tidur beralaskan kasur tipis yang digelar di lantai saat malam menjelang tidur dan dilipat rapi saat bagun tidur.
Tersedia kamar dan ranjang bertingkat, tapi sudah ada penghuninya, yaitu mereka yang sudah lama tinggal di asrama –bisa di bilang “kepala suku”. Aku dan teman-teman yang masih baru harus tidur di lantai, berdesak-desakan, bak ikan pindang dalam keranjang. Aku sih oke-oke saja tidur di mana pun, bisa nyenyak, asal sudah nguantuk puol! Begitu juga soal makanan, tidak pilih-pilih, yang penting halal.
Suatu ketika aku ditawari teman untuk kerja part time, sama majikan yang pidah rumah. Satu jamnya HKD 50, kalau 5 jam tinggal mengalikan saja. Aku mulai kerja dari jam 8 pagi sampai jam 3 siang.
Tahu sendiri yang namanya pindahan rumah. Banyak barang diangkut ke rumah baru, tidak ubahnya kerjaku seperti tukang angkut barang, juga membersihkan rumah baru, tapi aku tidak menerima kerja di luar rumah yang berbahaya bagiku.
Semua pekerjaanku kukerjakan dengan senang, lillahita’ala, sambil berseliweran di benakku gambar uang dan uang. Alhamdulilah, bisa nyambung hidup di Hong Kong yang “semuanya” harus dengan uang.
Setengah hari kerja part time mendapat uang HKD 400 yang seharusnya aku terima HKD 350. Si bos baik, jadi di tambah 50 untuk ongkos pulang ke Causeway Bay.
Sehari dapat part time, lima hari menganggur. Begitu seterusnya. Alhamdulillah, pengeluaran bisa sedikit terkurangi karena aku suka puasa sunnah Senin dan Kamis. Ternyata puasa sunnah Senin dan Kamis, selain dapat pahala, juga bisa menghemat uang. Aku selalu berdoa, Ya Allah, apa yang aku lakukan ikhlas karena-Mu, tapi maafkan hamba-Mu jika kadang puasa yang kulakukan karena aku tidak punya uang, tapi saya ikhlas Ya Rabb.
Masih teringat betul hari Senin badanku terasa kurang enak. Usai shalat Subuh aku tidur sampai waktu menjelang Dhuha. Aku bangun dan sholat Duha lalu bermalas-malasan sampai menjelang Dhuhur . Tepat jam 1 siang aku bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, persiapan shalat Dhuhur.
Di  asrama kalau siang  tidak ada orang yang antre di kamar mandi. Kalau pagi aku lebih memilih pergi ke kamar mandi umum di Victoria Park yang biasa dipakai orang-orang mandi setelah berolahraga.
Usai shalat Dhuhur, tepat jam 2 siang, aku berjalan kaki menujuMasjid Ammar Wan Chai, 40 Oi Kwan Road Wn Chai . Sendirian.
Sampai di masjid lantai 3, teman-teman Halaqoh sudah berkumpul, sedang mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Teh Ninih Mutmainah dari Bandung (mantan istri Aa Gym). Kuucapkan salam. Aku mendekati mereka. Semua jamaah membalas salamku.
Hari itu pertama kali aku melihat dengan jarak dekat Teh Ninih. Aku termasuk jamaah yang datangnya terlambat dan paling akhir. Di hadapan para jamaah, Teh Ninik bilang, “Orang ini apa ngerti dengan bahasaa kita ya, kok ikut bergabung dengan kita?”. Oh iya, di masjid Ammar Wanchai banyak sekali wanita Muslimah asal Pakistan. Mungkin mereka mengira aku juga orang Pakistan!
Dengan senyum aku menjawab, ” Saya orang Indonesia, Bu Ustadzah, bukan orang Pakistan”. Spontan seluruh jamaah memandang ke arahku. Teh Ninih lalu bilang,  “Subhanallah, saya kira Mbak orang Pakistan, ke sini, kedepan duduk bareng saya!”
teh ninihAku pun ke depan dan bersalaman. Teh Ninih memeluk, mencium pipiku, dan sambil tersenyum berkata, “Mohon maaf ya, Mbak…!” Aku jawab, “Ga apa-apa, Bu…!” sambil tersenyum sedikit lebar, sampe kelihatan pagar kawat gigiku alias behelku.
Semalam aku mimpi apa ya, kok ada ustadzah mencium pipiku! Untung aku berangkat mandi dulu!
Usai pengajian dan shalat Ashar berjamaah, pengurus mengajak Teh Ninih yang datang ke Hong Kong bersama adiknya mengajak jalan-jalan ke The Peak. Aku pun diajaknya karena aku juga belum pernah kesana.
Victoria Peak adalah gunung di Hong Kong, dikenal juga sebagai Gunung Austin, gunung tertinggi di HK dengan ketinggian 552 m (1.1811 kaki). The Peak mempunyai daya tarik wisata yang menawarkan pemandangan tengah Victoria Harbour dan pulau-pulau di sekitarnya. Banyak tempat indah di dalamnya. Juga ada miniatur orang-orang terkenal di dunia (museum lilin Madame Tussauds Hong Kong) dan shoping mall-nya.
MEMASUKI bulan Ramadhan, tepatnya pertengahan Agustus 2007, aku begitu senang. Aku bahagia dengan datangnya bulan yang penuh berkah dan ampunan itu. Hari-hariku kuhabiskan di masjid. Setelah sholat Dhuha di asrama, pasti aku ke masjid sambil membawa tas berisi Al-Quran dengan terjemahan bahasa Indonesia.
Seperti biasa, memasuki masjid aku selalu mengucapkan salam kepada mereka yang ada di dalam masjid. Mereka menjawab salamku, tapi sama sekali tidak pernah mengajakku ngobrol! Aku pun memilih diam dan duduk di kursi tempat orang tua untuk sholat yang sudah tidak mampu berdiri. Aku duduk di situ sambil mengaji dengan suara pelan.
Terdengar suara teman-teman yang lagi asyik ngobrol, sepertinya sedang membicarakanku. Aku tetap meneruskan bacaan Al-Quranku. Terdengar dengan jelas, salah satu di antara mereka bilang, “Orang itu yang dibaca kok Al-Quran terjemahan Indonesia ya, apa dia bisa baca-tulis dan ngerti?” Teman yang satunya menimpali, “Yang mana sih?”
“Yang itu tuh, duduk di tempat duduknya org tua untuk sholat,” temannya berusaha menjelaskan. “Oooo….. Kamu kok tahu kalau yang dibaca Al-Quran dengan terjemahan bahasa Indonesia?” “Ya aku tadi lewat di sampingnya”.
Setelah selesei mengaji, kututup Al-Quranku dan kucium, lalu kumasukkan ke tas. Aku tersenyum menoleh ke arah mereka yang lagi asyik ngobrol dan menyapa mereka. “Mbak, saya orang Indonesia lho….” Mereka serentak seperti paduan suara “Haaaaaaaaaaa……..! Hehehe maaf ya, Mbak, dengar kita ngomongin Mbak ya?” “Gak apa-apa,” jawabku dengan senyum.
Usai shalat Maghrib dan berbuka puasa di kantin masjid lantai 5, jika ada nasi kotak lebih, petugas masjid sering menawariku bawa nasi untuk sahur. Aku pun menerima dengan senang hati. Aku selalu mengucapkan emkoi sai (terima kasih) kepada wanita setengah baya yang ada di kantin itu. Aku pergi meninggalkan masjid dan berjalan menuju Mushola Al-Fallah KJRI, di lantai 4 Indonesian Building. Aku shalat Isya dan Tarawih di sana.
Sampai di asrama, tiba-tiba HP-ku bergetar. Aku pun mengangkatnya.Ternyata temanku, orang Pati, Jawa Tengah. Ia menawarkan kerja part time, menjaga dan mengurus makanan seorang nenek selama seminggu di daerak Chi Fu Fa Yuen Pok Fulam, karena pembantunya dan majikan muda di Rumah Sakit.
Bayarannya HKD 120 per hari. Aku merasa senang kerja part time di situ karena orangnya baik. Untuk masakan juga gampang. Siang hari terakhir aku part time tetangga flat sebelah, seorang kakek 85 tahun, melakukan bunuh diri dengan meloncat dari jendela kamar. Sang pembantu yang juga temeaku langsung pencet No. 999, nomor gawat-darurat kepolisian Hong Kong.
Beberapa menit kemudian, polisi datang. Jumlahnya 10 orang lebih, dengan ambulans. Aku menengok dari jendela ruang tamu (rumah tempatku kerja di lantai 20/F). Polisi mengangkat tubuh tua renta yang tergeletak di taman bawah building. Kemungkinan besar dia sudah mati.
Beberapa polisi memeriksa rumah tempat tinggalnya, juga mengintograsi sang pembantunya. Oh iya, temenku itu menjaga dua orang manula, kakek dan nenek.
Salah satu polisi juga menanyai penghuni rumah di sekitar, di flat kami, termasuk di tempatku bekerja itu.
Ting Tong ting tong! Bunyi pintu masuk rumahku berbunyi. Aku pun berjalan menuju pintu dan mengintip dari lobang pintu yang kecil itu. Hatiku saat itu berdebar-debar, ketakutan, kok ada polisi ke sini? Bagaimana kalau ia menangkapku karen aku tidak punya visa kerja? Bisa berabe masuk penjara! Oh tidak! Ya Allah, lindungi aku.
Aku masuk ke dalam dan memberitahukan kepada nenek yang masih sehat itu, bahwa di luar ada polisi. Aku masuk kamar mandi untuk bersembunyi dan tak henti-hentinya berdoa.
Usai melayani polisi, nenek menyuruhku keluar dari kamar mandi. “Lulu, jut lei lah jak yan cao colah (Lulu keluarlah, polisi sudah pergi)!” Dengan tubuh masih bergetar, aku pun membuka pintu kamar mandi sambil mengucapkan hamdalah.
Aku ngobrol sama nenek yang masih “genit” itu. Biarpun usianya hampir 90 tahun, tapi dia sehat. Dia banyak cerita tentang tetangganya, si kakek yang melakukan terjun bebas itu. Dikatakannya, kakek itu bukan menguji kehebatan ilmu, tapi sengaja bunuh diri karena ingin mati. Penyebabnya, ia sudah bertahun-tahun sakit. Konon dia punya anak laki-laki yang kerja di pemerintahan Hong Kong dengan gaji yang cukup tinggi, tetapi dia tidak tinggal bersama orang tuanya. Orang tuanya hanya ditemani seorang pembantu dari Indonesia.
Dulu si kakek itu juga pernah akan melakukan bunuh diri saat sakitnya kambuh, tapi rencana bunuh dirinya gagal karena diketahui oleh pembantunya.
Usai makan malam dengan sang majikan, aku pun berpamitan pulang. Dengan senang hati aku terima uangpart time selama seminggu. Alhamdulilah. Tak henti-hentinya aku bersyukur. Sesekali aku juga teringat kejadian siang tadi. Aku jadi banyak memikirkan tentang untuk apa hidup dan memikirkan kematian. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*