Wednesday, October 31, 2012

Hong Kong Central Library Perpustakaan Terbesar di HK


Hong Kong Central Library (HKCL) merupakan perpustakaan terbesar di Hong Kong yang sudah tidak asng lagi dikalangan BMI HK. Letaknya sangat srategis, tepatnya di depan Victoria Park. Banyak sekali BMI HK yang menghabiskan waktu luangnya di perpustakaan ini dan menikmati fasilitas yang disediakan secara gratis.
Gedungnya 12 lantai, pintu masuk berbentuk lengkung pada elevasi depan. HKCL merupakan pintu gerbang untuk pengetahuan, sedangkan grafis dalam bentuk segitiga, persegi, dan lingkaran melambangkan arti yang berbeda. Lingkaran dalam artian berdiri langit, persegi untuk tanah, segitiga untuk akumulasi birai.
Perpustakaan Pusat Hong Kong ini tidak hanya menyediakan berbagai macam fasilitas, tetapi juga referensi komprehensif dan layanan informasi sampai batas afuler. Fasilitas utama lainya pengisian terminal kios buku layanan informasi dan sistem informasi multimedia.
HKCL adalah bangunan cerdas dengan dibangun pada sistem lantai jaringan untuk menyediakan telekomunikasi dan lebih lanjut dan ekspansi. HKCL telah ditunjuk sebagai perpustakaan penyimpanan di Hong Kong dengan 9 organisasi buruh international, organisasi maritim internasional, bersatu bangsa, organisasi Scientifik dan Budaya, Bank Kata, organisasi perdagangan pada program fuod kata.
Seperti membaca tabel, semua disediakan dengan point kekuatan dan outlet dataline, pembaca dapat menggunakan  komputer portable mereka untuk mencari informasi yang tersedia dengan sistem perpustakaan dan internet. Pembaca juga dapat mengakses berbagai database multimedia pada CD-ROMs dan internet melalui LAN dan workstation ATM.
Setiap orang yang datang ke HKCL pasti senang dengn tempat yang indah, nyaman, ruangan ber-AC, dan petugas yang sangat ramah dan pelayanan yang sangat baik. Setiap lantai ada toilet yang sangat bersih.
Untuk mendapatkan kartu member (library card) cukup mudah, dengan mengisi formulir yang telah disediakan dan menunjukkan ID HK. Kita dapat mendaftar dan bisa pinjam buku.
HKCL buka setiap hari termasuk Minggu dari jam 10.00-09.00pm. Rabu buka jam 1.00-09.00 pm, public holiday jam 10.00-07.00 pm. 

Wednesday, October 17, 2012

Hong Kong Railway Museum Buka untuk Umum dan Gratis

HK Museum RailwayDDHK News, Hong Kong – Warga dan BMI Hong Kong pengguna MTR (Mass Transit Railway), sistem kereta transit cepat yang beroperasi sejak 1979, dapat mengunjungi Hong Kong Railway Museum secara gratis.
Museum terbuka seluas 6.500 meter persegi ini terletak tidak jauh dari stasiun Tai Po Market. Museum ini didirikan tahun 1913. Walaupun museum ini sudah beberapa kali direhabilitasi, akan tetapi fitur atap tetap bernuansa bangunan tradisional China dan baru diresmikan sebagai museum tahun 1985.
Di dalam museum ini terdapat galeri pameran dengan beberapa konten, dari model MTR yang terlama dan model kereta api yang baru sesuai dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi, dilengkapi dengan gambar sejarah yang membantu rentetan kisah bagaimana kereta api dikembangkan di Hong Kong.
Bagi pengunjung penyandang cacat pemakai kursi roda untuk memasuki area museum, pihak staf museum akan membantu kedatangan dan keberangkatannya melalui jalan khusus di On Fu Road. Bagi pengunjung dengan duduk di kursi roda sebaiknya sebelum kunjungan komfirmasi dulu melalui telepon di 2653 3455, mengingat tempatnya di dataran tinggi dan harus ditempuh dengan beberapa anak tangga.
Museum ini dibuka untuk umum dan gratis. Semua pengunjung dapat menikmatinya dalam suasana yang menyenangkan.
Pengunjung dilarang makan atau minum, merokok, melemparkan batu, dan memetik bunga di area museum. Alamat lengkap museum di 13 Shung Tak Street, Tai Po Market, Tai Po, Hong Kong.
Untuk menuju ke museun ini bisa ditempuh dengan naik MTR, Mini Bus, dan Bus KMB. Dengan MTR: Tai Po Market Stasiun Exit A2 keluar jalan kaki mengikuti penunjuk arah ke Museum, melalui Wai Yi Street menuju On Fu Road jalan kaki sekitar 8 menit.
Dari Tai Wo Stasiun bisa kluar di Exit A ikuti penunjuk arah ke Museum melalui Yat Hing Street jalan kaki sekitar 5 menit.
Dengan Bus Mini: Interchange Mini Bus no. 20A, 20C, 20K dari MTR Tai Po Stasiun, turun di Tai Po Kompleks dan kemudian melalui Wai Yi Street ke On Fu Road berjalan kaki sekitar 8 menit. Dengan Bus: KMB Bus nos. 72, 72x, 73X, 74X, 75X, 271, turun di Jalan Kwong k RoadFdan kemudian 15 menit berjalan kaki di sepanjang On Fu Road.

Wednesday, October 3, 2012

Ketiduran, Aku Nyaris Terkunci di Dalam Bus


Kegiatan liburku, Hari Minggu, biasa kuisi dengan meliput kegiatan teman-teman BMI Hong Kong untuk dimuat di DDHK News. Pagi-pagi kusiapkan dulu obat dan sarapan buat mamaku,nenek 86 tahun yang aku jaga.
Jam 9 pagi, setelah pekerjaan rumah beres, aku berangkat libur dengan membawa puilong (tas punggung) yang di dalamnya selalu berisi alat tulis, kamera, dan recorder — isi wajib dlm puilongku, termasuk sebotol air putih,kue kering, dan permen.
Dari terminal Tai Po Centre dekat rumah majikanku, aku naik bus No. 271 jurusan Tsim Sha Tsui (TST). Butuhkan waktu 45 menit untuk sampai di TST. Turun di depan Pacific Cafe Nathan Road, dari sini sudah tampak masjid yang berdiri kokoh banyak di kunjungi oleh BMI Hong Kong  saat libur. Letak masjid ini sangat strategis, di pinggir jalan. Untuk ke masjid ini sangat mudah, naik MTR dan turun di TST Exit A1 dan Bus. Sampai di situ aku haruskomalo (nyebrang jalan), berjalan kaki sekitar 20 meter, sampailah di Masjid TST Kowloon itu.
Saat menyeberang jalan, kita harus melihat lampu rambu-rambukung caik (gambar boneka ) warna hijau. Kalau kita sembarangan “nerjang” lampu merah, maka jangan kaget kalau tiba-tiba ada polisi menangkap kita dan meminta ID Card HK untuk ditulis nomornya. Pak polisi akan mendenda kita sebesar HKD 1500. Begitu juga dengan membuang sampah sembarangan atau meludah sembarangan, akan kena denda uang sebesar HKD 1500. Bagi yang merokok di tempat yang bertuliskan dilarang merokok, akan kena denda sebesar HKD 5000.
Hong Kong alias “Negeri Jacky Chan” dan “negeri beton” ini terlihat sangat bersih, rapi, juga tertib dengan budaya antre yang sangat baik. Jarang sekali terjadi kemacetan.
Ketika langkahku hampir di dekat Masjid TST, aku dikejutkan dengan sosok laki-laki 60 tahunan yang sudah tidak asing lagi. Dia berdiri di depan pintu pagar masjid. Dialah Antony Wong, orang yang berjasa membantuku dalam kasus labour (perselisihan kerja dengan majikan).
Kami pun akhirnya ngobrol sebentar. Setelah itu, aku harus pamit dan meninggalkan dia, dan langsung masuk masjid karena pengajian hampir dimulai.
Pengajian yang diadakan oleh Hidayatul Hhsan –organisasi Islam BMI HK– dalam miladnya yang ke 4 itu mendatangkan dua ustadz, yaitu Ust. Fuad Ginan Burhanudin dari Bandung dan Ust. Idris Al-Marbawy dari Malang. Setelah mewawancara kedua ustadz itu, aku mengikuti acara sampai Dhuhur.
Dari Masjid TST aku langsung meluncur ke Causeway Bay, menuju kantor Dompet Dhuafa Hong Kong (DDHK), dengan naik kendaraan favorit di Hong Kong dengan pembayaran memakai Octopus Card, kartu cerdik yag sangat mudah digunakan dan sangat efisien, Mass Transit Railway (MTR) jurusan Central, yang harus pindah di Admiralty mengambil jurusan Chai Wan.
Untuk ganti MTR kita tidak perlu keluar lokasi, cukup berjalan kaki kira-kira 20 meter. Dari Admiralty kita melewati dua stasiun, Wanchai dan Causeway Bay. Sampailah aku di sana dan keluar melalui Causeway Bay Exit E dengan mempercepat langkah kakiku menuju ke kantor DDHK.
Sampai di kantor DDHK, Tati Tia Surati, teman sesama reporter DDHK News menelponku. Dengan suaranya khas, terdengar: “Assalamualaikum Mbak, ayuk kita ke Fotres Hill, Just Dance CafĂ©, di sana ada acara, ta tunggu ya! Aku sekarang di markasnya LSO (Lentera Sukses Organisasi) bawah jembatan Victory!”
Tati sudah menungguku di Markas LSO. Kami pun memilih berjalan kaki aja untuk ke lokasi. Aku harus berlari kecil mengikuti irama kaki Tati yang langkahnya “lebih panjang” dari langkahku. Maklum, dia orangnya lebih tinggi dari aku. Dalam hatiku, untung Rima (reporter DDHK News lainnya) tidak ikut. Mungkin kalau ikut, dia pasti di urutan ketiga. Rima paling kecil dan paling imut, he he… Untungnya bukan amit-amit.  Kalau kita sedang bertiga, sangat rame sekali. Chief Editor kami sering menjuluki kami bertiga “Trio Macan”, tapi trio macan yang ini sholihah looo….  ‘ga galak, ha ha ha…  Amiiin…!
Sambil ngobrol, tak terasa akhirnya kami sampai di Fotres Hill, Just Dance Cafe, acara Tabloid Apa Kabar Indonesia Anniversary 6 th & Ak Fun Club hampir selesai. Di sana tampak Mbak Yuni Ze yang menjadi MC. Bapak Nanang, Direc AK, dan Mas Rozak dari koran Klick, dan masih banyak teman yang lain.
Usai acara, aku mengikuti pelatihan jurnalistik yang hanya diikuti beberapa orang, dengan pembicara Pak Nanang dan Mas Rozak. “Sebelum menjadi penulis yang baik, harus menjadi pembaca yang baik,” kata Pak Nanang.
Dengan bahasa yang ringan dan ramah, ia menyampaikan materi dengan menyenangkan yang diselingi cerita. Begitu juga dengan Mas Rozak yang juga mau berbagi ilmunya tentang kepenulisan.
Tepat jam 6 acara pun berakhir. Sebelum meninggalkan tempat, kami berdua menuju ke toilet untuk mengambil air wudhu, sebagai “bekal “ menuju acara Ulil Albaab DDHK –kegiatan rutin sholat Maghrib berjamaah di Victoria Park.
Sampai di Causeway Bay, kami pun berpisah. Tati meliput kegiatan Ulil Albab DDHK. Aku ke Rumah Tahfidz Hong Kong (RTHK), sholat Maghrib, dan makan malam di Rumah Daqu (rumah makan milik RTHK milik Ustadz Yusuf Mansur), sebelahnya KJRI HK, tepatnya di 1/F No. 125 Rita House Causeway Bay.
Selesai di RTHK, aku ke Kantor DDHK, bertemu dengan Ust. Ahmad fauzi Qosim (GM DDHK) yang baru pulang dari Indonesia untuk menjemput istri, Noor Afifah, dan anaknya, juga bertemu beberapa volunteer DDHK.
Saat ngobrol bersama teman-teman volunteer DDHK, aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku. Beberapa bulan lalu kami bertemu di acara reuni eks volunteer DDHK di Malang.
Mataku pun mencari cari sumber suara itu. Aku semakin yakin, dan bukan mimpi, ternyata suara yg sudah aku kenal itu adalah suara Mbak Nadia Cahyani, eks BMI HK, eks volunteer DDHK, penulis yang pernah mendapatkan penghargaan dan juara 1 di Lomba Bilik Sastra VOI 2011, serta eks Pemimpin Redaksi Majalah Iqro DDHK.
Kami pun ngobrol melepas rindu dan berbagi cerita. Tak terasa waktu semakin malam. Jam 9 aku pun pamit pulang.
Dalam perjalanan pulang, di bus, aku tertidur, lalu…  “Siuce lei hai pin to lek je a” (Nona, kamu turun di mana?)” Suara laki-laki setengah baya itu membangunkanku. “Tai Po cungsam,” jawabku dengan suara lirih sambil berusaha membuka mata.
Sang sopir itu tersenyum sambil berkata, “To colah” (sudah sampai). Mataku membelalak melihat semua ruangan bus ternyata sudah tidak berpenghuni alis semua penumpang sudah turun, tinggal aku dan supirnya. Aku pun buru-buru turun dari bus dan kuucapkan kepada sang sopir, “sike emkoi sai lei dai jeng ngo” (Pak sopir terima kasih banyak kamu telah membangunkan aku). “Emsae hak he (tidak usah sungkan-sungkan),” jawab sang sopir.
Dalam hatiku, Ya Allah, terima kasih Engkau telah menggerakkan hati sang sopir untuk membangunkanku dari tidur. Seandainya tidak, dan bus dikunci, aku sendirian di dalam bus. Mungkin aku sudah mati kekurangan oksigen. Aku jadi teringat kejadian di berita TV HK, ada anak kecil usia 5 tahun yag meninggal dunia dalam bus. Ia tertinggal dan terkunci di dalam bus. (Lutfiana Wakhid/ddhongkong.org).*

Monday, October 1, 2012

Kapal Fery Tabrakan di Yue Wan Sue, 36 Tewas


Hong_Kong_FeryPemerintah Hong Kong mengatakan hari ini, Selasa (2/10), sebanyak 36 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam tabrakan kapal fery di Yue Wan Sue, Lamma Island, kemarin. Sembilan orang lainnya berada dalam kondisi kritis.
“Pada 07:45 hari ini, 28 telah dipastikan tewas di tempat kejadian, delapan lainnya telah meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. Lebih dari 100 orang yang dikirim ke lima rumah sakit saat kejadian, sembilan dari mereka telah menderita luka serius atau berada dalam kondisi kritis,” kata sebuah pernyataan pemerintah seperti dikutip situs The Standard Hong Kong hari ini (2/10).
Anak-anak termasuk di antara 25 orang yang tewas ketika dua kapal feri penumpang bertabrakan di Yung Shue Wan, Lamma Island. Satu feri yang membawa 124 orang hampir terbalik setelah tabrakan dengan sebuah feri penumpang pada rute antara Yung Shue Wan dan Central.
Seorang juru bicara Departemen Layanan Pemadam Kebakaran mengatakan, delapan orang telah disertifikasi tewas di rumah sakit. Yang 17 lainnya ditemukan di dalam air dalam keadaan tak bernyawa. Lebih dari 100 orang telah dikirim ke Rumah Sakit di Hong Kong, sembilan di antaranya dengan luka serius atau kritis.
Pemerintah masih melakukan pencarian besar-besaran di udara dan laut untuk setiap korban lainnya. Tidak diketahui berapa banyak yang hilang.
Direktur Operasional Hong Kong Electric, SS Yuen, mengatakan, mereka mengangkut 124 penumpang dan awak di atas kapal untuk menonton kembang api di Victoria Harbour, ketika kapal bertabrakan dengan feri. Dia membantah kapal mereka kelebihan beban. Ia mengatakan kapalnya memiliki kapasitas 200 orang dan memiliki alat keselamatan on board yang memadai.
Kapal lainnya mengangkut sekitar 100 orang penumpang. Operator Hong Kong dan Kowloon Ferry mengatakan, kapten takut berhenti karena khawatir kapalnya mungkin tenggelam. Kapal ini kembali dengan selamat ke pelabuhan, namun sejumlah penumpang dirawat karena luka ringan.
Chief Executive Hong Kong, CY Leung, langsung mengunjungi korban selamat di rumah sakit di seluruh Hong Kong. Berbicara di Queen Mary Hospital di Pok Fu Lam, ia berjanji melakukan investigasi menyeluruh atas kecelakaan itu. Dia mengatakan, penyelam kini memasuki kabin kapal yang sebagiannya sudah terendam. Dia juga mengatakan, pihak berwenang Guangdong akan mengirim kapal penyelamat.
Pemerintah Hong Kong menyediakan hotline di 1878 999 terkait tragedi tersebut.