Rumah Sakit/ Rumah Sehat dalam dunia kedokteran Islam yang kemudian menjadi lahirnya berbagai klinik/RS di dunia dan di berbagai negara lain ternyata di awali dan dipelopori oleh seorang akhwat yang bernama Rufaidah Binti Sa'ad Al Anshoriyah yang ahli didunia medis dan dunia pengobatan.
Hal itu di sampaikan oleh ustadz Abu Syadza Rabbani praktisi Thibbun Nabawi dari Solo, yang memberikan kajian online teleconference bersama santri ITN HK pada hari sabtu siang, (5/1).
Dikemukakan Rufaidah Binti Sa'ad Al Anshoriyah ini adalah salah satu pemilik perkemahan yang berfungsi sebagai Rumah Sakit pada zaman Rosulullah yang berpindah pindah dari gurun ke gurun, untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan. Ini kemudian menjadi rumah sehat yang pertama kali dibangun dalam sejarah kedokteran islam, sebab itulah perkemahan itu sering disebut "Perkemahan Rufaidah", mengedepankan sikap dan perilaku yang profesional kepada pasien, melayani pasien pasien pada zaman Nabi.
ketika Saa'ad Bin Muad di saat perang Khandaq terluka maka Nabi memerintahkan Sa'ad bin Mu'ad guna memperoleh pengobatan dari Perkemahan Rufaidah/ Rumah Sakit Rufaidah yang berada di belakang barisan tentara muslimin.
Kedudukan kedokteran Islam menjadi referensi kedokteran di dunia menjadi arahan bagaimana konsep Thibbun Nabawi yang sebenarnya.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda, "Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya"
Dari riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah dia berkata bahwa Nabi bersabda, "Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala." (HR. Muslim)
Ketika Allah SWT menurunkan penyakit maka disaat itu Allah menurunkan obatnya, ketika seorang hamba di uji dengan penyakit maka Allah akan menolongnya dengan menurunkan obatnya. Ketika Allah menguji hambanya dengan roh jahat maka Allah akan menolongnya dengan roh yang baik yaitu malaikat. Inilah kebijaksanaan Allah SWT. Dalam ruqyah syariah malaikat ikut berperan.
Diriwayatkan pula dari musnad Imam Ahmad dari shahabat Usamah bin Suraik , bahwasanya Nabi bersabda, "Aku pernah berada di samping Rasulullah b. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?" Beliau menjawab: "Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah I tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit."Mereka bertanya: "Penyakit apa itu?" Beliau menjawab: "Penyakit tua dan pikun." (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami' Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)
Dari Utsman bin Al-Aash diriwayatkan bahwa ia pernah mengeluhkan penyakitnya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam, yaitu penyakit di tubuhnya. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam bersabda:
"Letakkan tanganmu di bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkanlah:"Bismillah, bismillah, bismillah. Lalu ucapkan kalimat berikut sebanyak tujuh kali:"Aku memohon perlindungan kepada Allah dengan kemuliaan dan kekuasaan-Nya, dari keburukan segala yang kudapatkan dan kukhawatirkan."(Diriwayatkan oleh Muslim).
Selain itu beliau juga membahas pandangan Islam prinsip pengobatan Islam ada 5 yaitu, berobat kepada ahlinya, bagaimana berobat kepada orang non muslim, bagaimana berobat kepada dukun/menggunakan obat yang haram, bagaimana berobat dengan cara tradisional, dan upah dari pengobatan bekam.
Berobat kepada ahlinya, Rosulullah pernah di datanga dua orang sahabatnya yang terluka mengeluarkan darah banyak kemudian beliau berkata"Siapa diantara kalian yang paling pandai di dalam ilmu kedokteran"? Maka salah seorang dari mereka bertanya, "Apakah ilmu kedokteran itu ada manfaatnya Ya Rosululah?", maka Rosulullah menjawab, "Allah adalah Zat yang menurunkan penyakit dan sekaligus menurunkan obatnya".
Barang siapa berobat kepada orang yang bukan ahlinya padahal dia tidak ahli dalam dunia kedokteran maka dia bertanggung jawab di dunia dan akhirat. Menegaskan berobat kepada ahlinya di anjurkan oleh Rosulullah. Oleh karena itu kita harus punya skill kedokteran yang memadai dan bisa memberikan pelayanan yang komperensif agar kita mengobati/memberikan pengobatan yang diisyaratkan, biar kita bisa mempertanggungjawabkan kepada Allah SWT.
Bagaimana berobat kepada non muslim, Ahmad bin Hambal menyatakan makruh minum obat buatan orang non muslim. Seorang muslim makruh berobat kepada dokter orang non muslim kecuali dalam keadaan darurat. Karena kita tidak tahu komposisi obat yang dipakai.
Rosululah sangat melarang kepada umatnya dan bersabda "Barang siapa yang mendatangi seorang dukun kemudian dia bertanya tentang sesuatu (dia mempercayainya) maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari 40 malam." Ini menunjukkan Rosulullah sangat tegas.
Berobat dengan cara tradisional, diperbolehkan selama terhindar dari unsur haram. Pembuluh darah ada 2 yaitu pembuluh nadi dan pembuluh pena (pembuluh balik). Cairan dalam tubuh kita 80% adalah darah, 80% diantaranya adalah darah di pembuluh pena (darah kotor) pembuluh pena paling anyak terdapat di daerah punggung dan leher, maka Allah memerintahkan untuk berbekam.
Adapun obat obat herbal yang halal yang pernah dianjurkan Rosulullah SAW diantaranya; habatussauda, al kus bahan herbal yang digunakan oleh Rosulullah untuk menobati tenggorokan yang disertai pendarahan, khana bisa untuk mengobati masalah perut, sobir/lidah buaya bisa mengobati luka,sakit mata, diare dan penyakit herpes.
Upah dari pengobatan bekam, Rosulullah pernah berbekam dan memberikan upah 2 syak gandum/250 ribu (hadits).
No comments:
Post a Comment